RSS

1.1

“Achaa..... Bangun Cha..... kamu nggak sekolah Cha?” tanya mama ku tercinta sampai berulang kali. Karena tidak ada jawaban dari ku, mama langsung membuka pintu kamar ku lembut dan akhirnya menarik selimut hangat ku.
“Acha.. Ayo bangun. Mandi sana. Masa perawan mama bangun nya siang – siang gini siih.” Sindir mama ku dengan lembut. “Ayo... Bangun iih...”
“Iih... Mama ganggu deh... Aku masih ngantuk banget tau ma. Sekarang kan masih jam 6.” Aku mulai sedikit menggerutu sambil mengucek – ngucek mata ku.
“Kamu nggak MOS Cha?”
“MOS nya kan jam 8 ma. Ntar aja mandinya. Jam 7 an gitu.”
“Iih... jam setengah 7 Nata mau ke sini lho Cha.” Sambil mengeluarkan senyuman jailnya mama ku menarik ku agar segera bangun.
“Apa? Kesini? Ngapain?” sungguh – sungguh kaget aku saat itu.
“Mau jemput kamu katanya. Siap – siap gih. Masa cantik – cantik gini belum mandi. Ntar bau lho..”
“iih.... iya deh ma. Kalo Natanya udah dateng bilang ya ma.” Mama ku tidak mengucapkan sepetah kata lagi. Beliau hanya menganggukkan kepala nya tanda bahwa beliau mengerti akan pinta ku. Bergegas aku mengambil seperangkat alat mandi ku pagi ini untuk sedikit memanjakan tubuh ku ini. Ini hari pertama ku masuk sekolah. Tepatnya di SMA Negeri 1 Bandung. Tempat Nata mendaftar sekolah pada hari....... (aku lupa harinya). Aku sungguh – sungguh tidak menyangka kalau ternyata sahabat ku itu di terima di sekolah itu juga. Jadi tidak perlu meminta waktu hanya untuk bertemu Cuma karena kangen berat atau karena lagi pengen ditemenin sama dia.
Lama aku membayangkan hal – hal yang akan menjadi kemungkinan untuk terjadi di sekolah nanti, ketukan pintu tiba – tiba terdengar.
“Nata udah datang Cha. Cepetan ya.”
“Iyaa Ma...” jawab ku dengan sedikit bertenaga karena takut mama tidak mendengarnya. Dan ku percepat mandiku. Ku ambil seragam putih abu – abu yang sedari tadi menunggu ku untuk menyambutnya. ‘hai putih abu - abu. Aku akan masuk ke kehidupan mu. Hahaha...’ ucap ku dalam hati. Segera ku kenakan baju nya yang masih putih dengan jahitan yang di buat sedikit press body dan juga rok abu – abunya yang hanya sepanjang lutut. Ini masih hari pertama ku masuk sekolah. Aku masih mengenakan seragam seadanya tanpa dandanan yang aneh – aneh karena memang masih belum di tentukan atau lebih tepatnya belum di suruh bawa aneh – aneh sama kakak OSIS.
Tanpa harus di suruh pun seperti biasa setelah semua seragam ku selesai ku kenakan dengan rapi, tak lupa cermin pun menjadi incaran ku berikutnya. Aku usapkan sedikit bedak dengan warna nude itu ke wajah ku. Ku pulaskan juga sedikit lipbalm ku yang berwarna senada. Ku biarkan rambut panjang dengan potongan shaggy itu tergerai hanya dengan hiasan bandana kecil warna ungu. Ku perhatikan sejenak bayangan diriku dalam cermin itu. ‘kamu udah beranjak dewasa ya Acha.’ Pekik ku dalam hati.
Lamunan kecil ku buyar seketika. Langsung ku ambil kaos kaki putih yang masih sangat sangt putih itu dan segera ku kenakan juga. Tak ketinggalan pula sepatu kets baru dengan ada sedikit corak ungunya yang kemarin di belikan papa.
Perlahan aku menuruni tangga agar suara sepatu ku tidak memenuhi semua ruangan di rumah dengan gaya klasik modern ini. Tepat saat aku ada di depan mama dan juga tidak ketinggalan papa ku, terlihat senyum bahagia tersirat di wajah mereka.
“Ih... anak papa udah gede ya ma.” Goda papa.
“Iya nih pa. Tambah cantik juga ya pa.”
“Hati – hati nanti banyak yang naksir lho ya. Hihihi...” ucap papa ku seraya menghampiri ku.
“Ih..... apa sih papa sama mama ini. Aneh – aneh aja deh. Lagian kalo ntar ada yang naksir aku kenapa coba?” jawabku sedikit melengos. Aku pun berpamitan dengan mereka. Hari pertama ku menginjakkan kaki ku di SMA Negeri 1 Bandung ini tidak di antar dengan orang tua ku. Aku malah di antar dengan sahabat ku yang memang kebetulan di terima di SMA itu juga.
Perjalanan menuju SMA N 1 Bandung dengan motor kesayangan Nata itu tidak terlalu jauh dari rumah ku. Hanya berkisar antara 6 – 7 kilometer saja. Jadi hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit untuk sampai disana. Namun dalam waktu 15 menit itu, tidak ada percakapan konyol seperti biasanya. Sepi. Namun aku harus terlihat ceria seperti biasa. Lagi pula aku juga sudah sangat sering melihat mimik muka Nata yang biasa bersikap dingin seperti ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar