RSS

1.3

Saat ini SMA Negeri 1 Bandung bisa di bilang layaknya sebuah pasar yang di penuhi dengan beribu pendagang yang menawarkan dagangannya dan juga di tambah dengan beribu - ribu pembeli yang sibuk dengan tawar - menawarnya yang akhirnya pun belum tentu membelinya. intinya hari ini banyak stan - stan penjual makanan berkerumun di pinggir lapangan. padahal ini kan masih sangat sangat dan sangat pagi. tapi para murid baru pun juga sudah sibuk membeli makanan - makanan itu. dalam hati aku cuma bisa bilang 'kok mau sih nih anak - anak berjubel - jubel cuma buat makanan kayak gitu aja? iuuuh'. tiba - tiba,,,,, 'bruuuk'

"Aw.... Punya mata apa nggak sih mian tabrak kayak gitu." umpat ku pelan - pelan.
"Oops... maaf... aku tadi buru - buru terus sambil lari - lari. dan aku juga nggak liat kamu."
"Heeemb..... iya deh... nggak papa..."
"Owh ya, kamu murid baru disini?" tanyanya.
"Iya. emank kenapa?"
"Nggak papa kok. kamu sendiri sekarang?"
"Umm.... aku sama temen ku kok. tapi gak tau tuh sekarang dia ada di mana."
"Owh.... Jahat banget sih kamu di tinggal sendirian. Btw, temenmu cewe?"
"Owh temen ku cowo. udah kenal dari TK looh... hehe... Owh ya, Aku Acha. kamu?"
"Kenalin, aku Niko. Anak XI Ipa 4."
"Um... salam kenal deh ya...."
"Iya. E... cha... aku duluan ya... udah di tunggu sama anak - anak nih."

Aku hanya bisa menganggukkan kepala saat itu, karena aku sendiri juga tidak tau harus bilang apa. dan yang ku tahu saat itu aku sendirian di halaman lapangan yang seluas lapangan golf ini. 'Oh God... Nata kemana sih?' dalam hati aku sudah mulai bergurumun tidak  karuan. bagaimana bisa aku di tinggal sendirian di sekolah baru yang semua orang juga pasti sudah tau kalo orang lagi sendirian di situ, pasti bakal terlihat seperti anak orang yang hilang dan tidak tahu arah pulang ke rumah.

'gedebuuuk.......'
"aw.... iih apaan sih ini. tadi udah ketabrak orang sekarang ke tabrak lagi. gak punya mata apa." umpat ku dengan sangat keras dan sangat sangat dan sangat terlihat geram. sudah dua kali aku di tabrak seperti ini. dan itu sangatlah menyebalkan.
"Marah - marah mulu ih" kata anak yang sudah menabrak ku barusan. dan saat aku menoleh ke arahnya,
"Nata...... Ihh.... kamu itu kemana aja sih. aku itu nyariin kamu. kamu tau nggak sih, aku tuh kayak orang ilang tau kamu tinggal sendirian di sini."
"Iya iya.... maaf... aku tadi beli makanan. Nih buat kamu." katanya seraya memberiku sebuah coklat cadburry kesukaan ku.
"Um... hehehe.... makasi ya Nata... Baik deh."
"Huuuu..... Masih marah nggak nih?"
"Nggak kok."

setelah kejadian coklat ini, aku dan Nata pun langsung berlalu menuju kelas yang sudah di tentukan sebelumnya. Dan saat itulah kami terpisah pula karena kelas kami yang berbeda.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2.1


Yah... ini lah gue. Nathaniel Ardiansyah. Banyak orang manggil gue Nata. Singkat, padat, dan sangat sangat jelas. Tahun ini adalah tahun pertama gue sekolah di jenjang SMA. Lebih tepatnya di SMA Negeri 1 Bandung. Satu hal juga yang buat gue senang. Acha. Sahabat terbaik yang pernah gue punya selama ini. Sahabat yang saat gue benar – benar terpuruk bisa buat gue senyum lagi.
Hari ini adalah hari pertama gue masuk sekolah. Dengan seragam yang telah di sediakan mama, gue berangkat. Tanpa sarapan dan segelas susu hari itu tidak membuat gue lupa akan sesosok Acha. Karena gue udah kenal keluarga Acha juga sedari gue kecil, jadi gue tau sesibuk apa orang tua Acha saat pagi seperti ini. Secara spontanitas pun kaki gue pasti melangkah menuntun motor kesayangan gue menuju rumah di seberang rumah gue. Rumah bergaya klasik modern dengan tekstur warna yang sangat lembut.
Tepat setengah jam sebelum gue menjemput Acha, yang pasti gue udah bilang dulu dong sama mama tersayangnya Acha itu. dan untuk bilang itu pun juga tidak sesulit cowok lain yang nanti bakal ngajak Acha buat berangkat sekolah bareng. Itu karena..... gue kan udah kenal Acha dari kecil.
Tepat di depan rumah Acha. Terdengar gurauan yang sangat hangat antara Acha dan juga mama papanya. Dan sekejap setelah gue mengejapin mata gue, Acha sudah ada tepat di samping gerbangnya dengan mengenakan seragam putih abu – abu barunya. Seragam putihnya di buat sedikit press body dan roknya pun di buat sedikit di atas lutut. Dengan kaos kaki super putihnya yang hampir mencapai lutut dan juga sepatu kets ungu yang baru juga. Dan sejenak, gue perhatikan wajahnya yang semakin hari memang akan tetap terlihat ‘cantik’. Yaah..... Acha itu..... cantik. Nggak tau kenapa gue bisa bilang gitu. Dan gue sangat sangat yakin bahwa semalem gue gak mimpi apa – apa dan gue juga nggak habis kesambet setan jail yang coba ngegoda gue biar gue mau ngegoda Acha. Tapi, kok bisa gue bilang Acha cantik ya? Lupakan dah. Gak penting.
Gue berangkat menuju SMA Negeri 1 Bandung dengan Acha membonceng di belakang. Dan kebetulan di jenjang ini, gue satu sekolah lagi dengan Acha. Jadi ada kemungkinan besa jika gue bakal berangkat bareng terus sama cewek yang satu ini. Tapi ntah kenapa perasaan gue di perjalanan ke sekolah hari ini sedikit galau. Galau mood-on meeen...... pikiran gue saat itu seakan melayang ntah kemana. Dan seakan ruh gue sedang tidak berada di dalam tubuh gue. Dan itu membuat cewek diboncengan gue merasa aneh dengan gue. Dan gue baru sadar hal itu saat cewek itu bilang ke gue saat ini juga.
“Nat.... kamu kenapa sih? Dingin banget sikapanya?” tanyanya.
“A? Sorry Cha. Mood gue lagi down nih.”
“Uhm?”
“.....” gue hanya diem saat itu. gue gak tau harus bilang apa lagi ke cewek itu. dan mungkin sikap gue yang seperti ini bakal buat cewek di boncengan gue ini ikutan galau tingkat dewa. ‘sorry Cha. Gue gak ada maksud bikin lo jadi galau kok. Jangan pikirin gue dulu Cha.’ Batin gue saat itu juga. Gue paling nggak bisa liat cewek dalam boncengan gue ini galau dan akhirnya bisa bikin dia jadi nangis. Karena gue gak mau liat Acha nangis lagi..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS